Agar Tak Meriang Setelah Begadang

Awal-awal Piala Dunia 2010 bergulir, Dr H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, kedatangan beberapa pasien yang mengeluh kelelahan akibat begadang menonton sepak bola. Umumnya mereka mengalami gangguan kesehatan karena menonton sepak bola sampai dinihari dan tetap bekerja pada pagi hingga sore hari. “Yang terjadi adalah kurang tidur,” kata dosen di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Lazimnya, saat nonton bola, biasanya seseorang tak hanya duduk tenang, kadang kala berteriak dan bergerak-gerak. Jika kondisi ini terus-menerus berlangsung tiap malam, akan menyebabkan kelelahan. Sebab, fisik dan mental dipaksa bekerja secara terus-menerus tanpa mendapat waktu istirahat yang cukup.

Dampak kelelahan bagi kesehatan tubuh adalah gangguan kesehatan secara umum dan turunnya daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang menurun untuk orang normal membuat tubuh rentan terhadap infeksi virus, seperti influenza, infeksi usus (diare), infeksi virus hepatitis, demam thypoid, dan demam berdarah.

Sementara itu, bagi yang berpotensi memiliki penyakit kronis, turunnya daya tahan bisa memicu kambuhnya penyakit kronis itu, antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, asma, kencing manis, hipertensi, stroke, dan serangan jantung. Selain itu, bisa memicu timbulnya sakit kepala (baik migrain maupun vertigo), gangguan sistem jantung dan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak, serta penurunan daya tahan tubuh.

Penyakit yang umum terjadi pada orang yang begadang adalah gangguan pada sistem pencernaan. Pasalnya, kata Ari, kala malam, kadar asam lambung meningkat. Ini diperparah dengan makanan dan minuman teman begadang. “Jangan makan makanan berlemak,” kata dia. Pasalnya, makanan berlemak membuat kerja lambung semakin berat. “Proses kerja lambung menjadi lambat,” dia melanjutkan.

Contoh makanan berlemak adalah cokelat, keju, dan goreng-gorengan. Lebih baik, kata dia, makan makanan yang mudah dicerna lambung, misalnya bubur, agar-agar, singkong, atau kacang rebus. “Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur-sayuran,” kata dia.

Minuman juga harus diperhatikan. Kopi, gingseng, dan soda, apalagi minuman suplemen, menurut Ari, tak cocok untuk memulihkan kelelahan. “Jangan banyak mengkonsumsi kopi, maksimal dua gelas sehari,” ia menambahkan. Kopi tak membuat tubuh semakin kuat. Lebih baik minum susu. Sebab, susu lebih mudah dicerna lambung.

Air putih juga harus tetap dipertahankan minimal 2 liter sehari. Selain itu, kurangi konsumsi rokok. Suplemen juga jangan berlebihan dikonsumsi. Minuman apa pun yang mengandung kafein harus dihindari. “Sebab, saat kelelahan, yang dibutuhkan adalah istirahat,” dia melanjutkan.

Selain itu, jangan stres jika tim favorit Anda kalah. Stres yang tinggi juga akan mengganggu proses metabolisme dan hormonal tubuh. “Rasa kecewa ini pun akan mengganggu tidur,” kata dia. Apalagi malah merokok berlebihan. “Ini memperburuk (faktor) kelelahan.”

Jika merasa ada gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, sakit kepala, meriang, serta nyeri dada, tubuh harus diistirahatkan, terutama pada dinihari. Jika ingin tetap menyimak pertandingan yang berlangsung pada dinihari, Anda bisa tidur dulu. Pertahankan jumlah waktu tidur minimal enam jam sehari. “Waktu tidur enam jam ini bisa dipecah,” kata dia.
Selain itu, tetap perhatikan waktu makan minimal tiap enam jam dan berolahraga secara teratur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: