Pilek dan Tips Pengobatannya

Cuaca tak menentu seperti yang terjadi akhir-akhir ini, tak jarang membuat tubuh cenderung rentan terhadap pilek. Terlebih jika Anda tengah melakukan aktivitas padat.

Berbagai faktor seperti kecapaian, virus dan stres merupakan faktor yang paling sering menimbulkan infeksi pada tenggorakan dan hidung yang berakibat munculnya gejala pilek seperti hidung mampet, tenggorakan serak dan kepala terasa pusing.

Tentu saja hal itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi Anda yang memiliki jadwal yang padat. Namun, janganlah khawatir, Anda bisa memanfaatkan beberapa hal sederhana untuk mengembalikan vitalitas tubuh. Salah satu kuncinya yaitu dengan memanfaatkan waktu libur. Menurut Penulis Buku Air Penyembuh Ajaib, Herminia De Guzman-Ladion, ketika Anda sudah terserang pilek, usahakan Anda tinggal dirumah dan beristirahat. karena bekerja ketika pilek akan mengakibatkan menambah parah derita bagi anda. Lagipula teman Anda akan lebih menghargai Anda untuk membatasi penyebaran virus.

Setelah Anda dipastikan tinggal dirumah, maka langkah selanjutnya, Anda benar-benar memanfaatkan waktu yang untuk tidur secara maksimal. Sehingga tubuh akan mendapat energi baru. Semacam penebusan atas kerja tubuh yang berlebih.

Namun perlu diingat, ketika Anda memtuskan beristirahat, jangan sentuh makanan yang mengandung gula seperti kue, es krim dan lainnya. Kandungan gula dalam darah akan menurunkan daya tahan tubuh anda terhadap infeksi. Justru anda disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan, sari buah atau jus.

Selain itu, perbanyak konsumsi air putih. Jika dalam kondisi normal Anda mengkonsumsi 6 hingga 8 gelas sehari maka ketika pilek maka sebaiknya Anda meningkatkan konsumsi air hingga 10 gelas. Air dapat menghanyutkan virus dari tubuh Anda dalam berbagai bentuk seperti keringat dan air seni.

Pilek merupakan gejala penyakit yang mempunyai tahapan yaitu tenggorokan, kepala dan dada. Namun tahapan itu tidaklah berurutan. Bisa saja Anda terkena terlebih dahulu pada bagian kepala atau tenggorokan.

Jika Anda terlebih dahulu terkena pada tenggorokan, maka Anda dapat berkumur dengan larutan garam panas untuk meringankan gejalanya. Anda hanya siapkan segela air panas (80 derajat Celsius) dan setengah sendok teh garam. Kemudian larutan garam tersebut pada air panas dan berkumurlah selama lima menit. Sesudah itu Anda disarankan jangan minum air dingin. Lakukan 3 kali sehari.

Jika Anda sudah berkumur larutan garam, kemudian Anda siapkan sapu tangan yang telah dibasahi air dingin kemudian taruh dalam kain flanel kemudian lilitkan pada leher seperti saat mengompres kepala.

Namun, jika pilek yang anda derita berawal dari sakit kepala yang tak kalah menyiksa, yang Anda perlu lakukan hanyalah merendam kaki dengan menggunakan air panas. Dengan begitu darah akan lancar ke kepala sehingga bisa menghilangkan rasa sesak.

Selain itu, cara lain yang dapat digunakan yakni menghirup uap panas. yang perlu anda siapkan antara lain, kertas koran atau karton, kemudian masaklah air dengan menggunakan panci atau teko. Kemudian dekatkan lipatan kertas yang membentuk pipa tersebut dengan panci atau teko. Dengan menghirup uap air panas, hidung yang tersumbat akan hilang. Cara itu bisa dilakukan sehabis merendam kaki.

Jika Anda kurang beruntung terkena gejala pilek pada dada disertai batuk dan demam. Maka penggunaan panas pada dada akan menolong anda. Caranya cukup mudah, lakukan seperti yang Anda lakukan pada tenggorokan.

Pertama basuh kain dengan air panas, kemudian siapkan handuk untuk menutupi dada Anda. Kemudian taruh kain yang telah dibasuh air tadi keatas dada kemudian tutup dengan handuk tersebut. Biarkan hingga panas hilang. Jika perlu lakukan hal ini tiga kali sebelum tidur. Setelah selesai, bilas dengan handuk. Kemudian disarankan untuk segera tidur.

Namun dalam sepekan Anda belum juga sembuh. Kemudian timbul gejala-gejala lain yang perlu dicurigai maka segera hubungi dokter.

PENGOBATAN:

Menghindari faktor penyebab (bahan alergen) kalau bisa. Langkah ini sangat sulit ditempuh karena seringkali bahan alergen yang harus dihindari justru ada di sekitar penderita terkait pekerjaan atau kesehariannya.

Obat simptomatis (mengurangi gejala):

  • Antihistamin (anti alergi). Digunakan saat terjadi Rinitis alergi, misalnya: loratadine 10 mg 1×1, Terfenadine 60 mg 2×1, mebhydrolin napadisilate 50 mg 3×1, chlorpheniramine maleate 4 mg 3×1, cetrizine diHCl 10 mg 1×1, fexofenadine HCl 60 mg 1×1, dll
  • Kortikosteroid (deksametason, prednison, betametason). Obat golongan ini diberikan secara tappering off, yakni penurunan dosis secara bertahap, misalnya: minggu pertama 3×1, minggu kedua 2×1 dan minggu ketiga 1×1, untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
  • Obat lokal dekongestan: tetes hidung. Penggunaan obat ini sebaiknya tidak lebih seminggu berturut-turut.
  • Obat minum dekongestan: misalnya: pseudoefedrin 30 mg, diminum 2-3 x sehari. kombinasi pseudoefedrin dan tripolidin, diminum 2-3 kali sehari, dll.

Upaya meningkatkan daya tahan dan kondisi tubuh:

  • Olah raga teratur (pagi atau sore)
  • Cukup istirahat, hindari stress dan cukup makan.

CATATAN:

Biasanya pasien atau keluarganya bertanya:” lho, koq ga sembuh-sembuh sih…?”.
Pertanyaan yang sangat wajar lantaran setiap orang maunya ga punya penyakit atau kalo menderita suatu gangguan (penyakit) maunya penyakit tersebut langsung hilang dari peredaran.

Nah pada Rinitis alergi (atau beberapa penyakit lain sejenisnya), gangguan ini dapat dikendalikan namun tidak bisa hilang sama sekali. Rinitis alergi akan datang lagi ketika seseorang kontak dengan bahan alergen penyebab Rinitis alergi yang ga mesti sama setiap orang.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: