Glaukoma , Kebutaan dan Pencegahaanya

Kebutaan

Orang Kebutaan
Kebutaan merupakan sebuah penyakit pada mata yang disebabkan orang tidak bisa melihat. Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan setelah katarak di Indonesia, penanggulangannya belum menjadi prioritas. Penanganan kebutaan nasional lebih diarahkan pada katarak yang umumnya dapat diatasi. Operasi katarak yang selama ini dilakukan bersama oleh Perdami dan Yayasan Dharmais dengan unit mobil memang sudah amat membantu, karena jangkauannya mencapai 70-75 persen dari seluruh operasi katarak yang dapat dilakukan setiap tahun. Kita sudah tidak dapat mengharap lagi kedatangan pesawat Orbis seperti pada akhir tahun 1982 lalu yang mengoperasi pasien katarak di dalam kabin pesawat. Para dokter ahli mata Orbis hanya melakukan keterampilan, yang sebenarnya sudah tidak menjadi soal bagi para dokter ahli mata Indonesia. Penanganan massal katarak di Indonesia harus dilakukan dengan sumber daya manusia Indonesia sendiri, kendati bantuan lembaga donor asing dan badan sosial dalam negeri tetap dibutuhkan.

Jangan Biarkan Glaukoma memBUTAkan kita!

Apakah Glaukoma?

Glaukoma adalah suatu penyakit mata yang secara perlahan – lahan merusak pengelihatan tanpa gejala yang jelas. Sehingga penyakit ini sering disebut dengan “Si Pencuri Pengelihatan”. Para ahli memperkirakan setengan dari penderita glaucoma tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini. Menurut WHO, glaucoma merupakan penyebab kebutaan nomor 2 di dunia.

Apakah Penyebab Glaukoma?

Mata jika secara sangat sederhana diumpamakan sebgai ban, memerlukan tekanan dari dalam untuk dapat menjaga bentuk dan fungsinya. Terjadinya dlaukoma disebabkan oleh meningkatnya tejanan didalam bola mata yang akan merusak saraf – saraf optic. Saraf optic ini berfungsi sebagai kabel yang membawa signal gambar dari mata ke otak. Sejalan dengan rusaknya saraf – saraf optic, luas pandangan mata akan semakin menyempitkan. Secara umum glaucoma dikatergorikan menjadi dua kelimpik, yaitu :

  1. Glaukoma Cronis : terjadi secara perlahan – lahan, hamper tanpa gejala secara perlahan merusak luas pandang mata. Glaucoma Cronis lebih banyak terjadi dibandingkan Glaukoma Acute.
  2. Glaukoma Acute : terjadi secara tiba – tiba, penderita mengalami kesakitan dan kerusakan luas pandang mata.

Seberapa seringkah Glaukoma terjadi?

Menurut data di Inggris 2 dari 100 orang diatas usia 40 tahun menderita glaucoma dan 3 juta orang di Amerika menderita glaucoma.

Siapakah yang lebih berisiko menderita Glaukoma?

Umur : Tidak umu terjadi di usia di bawah 40 tahun, 1% pada usia di atas 40 tahun, dan pada usia di atas 65 tahun 5%.

Ras : Pada ras tertentu lebih berisiko menderita glaucoma lebog awal dan leboh parah, terdapat pada orang Afrika.Keluarga : Jikia keluarga dekat anada menderita Glaukoma Cronis, maka anda mempunyai resiko lebih besar mebderita glaucoma.Rabun jauh : Orang yang mempunyai ukuran kacamata minus tinggi, lebih resiko terkenan glaucoma.Diabetes : Diperkirakan merupak salah satu pemicu terjadinya glaucoma.

Apakah gejala – gejala Glaukoma Cronis?

Awalnya tidak ada gejala yang dapat dirasakan. Pengelihatan dirasakan normal dan tidak ada rasa sakit. Tetapi dengan berkembangnya penyakit, penderita glaucoma mulai merasakan pengelihatan tepinya mulai perlahan – lahan berkurang. Jika tidak ditangani dengan benar, pengelihatan akan semakin menyempit seakan – akan seperti melihat dalam lorong (Tunnel Vision) dan akan terus memburuk sampai kebutaan terjadi.

Bagaimana Glaucoma dapat terdeteksi lebih awal?

Data stastistik meninjukkan bahwa glaucoma lebih sering terjadi pada usia di atas 40 tahun, maka jika usia anda sudah di atas 40 tahun sebiknya pemeriksaan rutin sangatlah dianjurkan. Standar pemeriksaan rutin glaucoma meliputi 3 bagian :

  1. Mengukur tekan bola mata
  2. mengukur luas pandang mata
  3. melihat saraf optic di belakang mata

hasil dan ketiga pemeriksaan rutin tersebut akan dapat mendeteksi glaucoma lebih awal.

Bagaimana cara pengobatan Glaukoma?

Pengobatan utama glaucoma bertujuan untuk merendahkan tekanan bola mata. Biasanya dengan memberikan obat tetes mata atau tablet yang bertujuan untuk mengurangi produksi cairan di dalam bola mata atau dengan membuka saluran pembuangan cairan sehingga dapat keluar lebih banyak. Jika pengobatan tidak membantu, maka umunya dokter mata akan menganjurkan untuk dilaser atau operasi (Trabeculectomy) yang bertujuan memperbesar saluran pembuanagn cairan di dalam bola mata.

Apakah Glaukoma dapat disembuhkan?

Glaukoma tidak dapat disenbuhkan, hanya dapat dicegah. Artinya, kerusakan luas pandang mata yang telah terjadi tidak akan dikembalikan seperti semula, tapi hanya dapat dicegah agar tidak meluas kerusakannya. Meskipun tidak dapat disembuhkan, detekdi di glaucoma yang efektif dengan observesi regular dan pengobatan yang efektif, akam meminimalkan kerusakn sehingga tidak akan menggangu kualitas hidup Anda.Primary Eye Care/inOpatisgroup

PROTEIN UNTUK MENCEGAH KEBUTAAN

PROTEIN Robo4 mampu menstabilkan tekanan darah pada mata sehingga menghindari terjadinya kebutaan akibat degeneratif atau penuaan. Betulkah?

Para peneliti dari Universitas Utah, Amerika Serikat (AS), berhasil menemukan sebuah obat yang mampu mencegah terjadi kebutaan pada mata akibat degeneratif atau penuaan. Protein yang disebut Robo4 itu dari sebuah protein khusus untuk melindungi tekanan darah pada jaringan mata yang dapat menyebabkan timbulnya kebutaan.

Direktur John A Moran Eye Center, Universitas Utah, Profesor Randal Olson menyatakan, protein Robo4 memiliki peran penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah pada mata.

Dalam penelitian dengan menggunakan tikus, protein Robo4 mampu mengaktifkan jaringan darah tikus yang berfungsi mencegah efek berbagai penyakit degeneratif atau penuaan dan diabetic rerinopathy. Kedua jenis penyakit itu biasa sering dialami orang yang sudah lanjut usia karena tekanan darah pada mata tidak stabil. Namun, obat ini belum tentu bisa langsung diterapkan pada manusia karena dalam penelitian tersebut Olson menemukan ada beberapa kasus terganggunya tekanan darah.

“Meskipun obat ini belum tentu bisa diterapkan pada manusia, penemuan ini sangat menggembirakan dan membuka kesempatan untuk penelitian lebih lanjut. Pasalnya, Robo4 ini tak memiliki efek samping apa pun terhadap jaringan mata,” jelas Olson.

Keberhasilan Profesor Olson menemukan Robo4 ini disambut gembira para ilmuwan lain karena akan menghindari orang-orang lanjut usia mengalami kebutaan.

Dr Hemin Chin dari US National Eye Institute menuturkan, saat ini penyakit mata akibat faktor penuaan belum ditemukan obat yang efektif. “Gangguan mata akibat tekanan darah, seperti terjadinya degeneratif jaringan dan diabetic retinopathy, menjadi penyebab nomor satu hilangnya penglihatan pada masyarakat di AS. Dengan berhasil ditemukan obat baru ini menjadi sinyal bahwa tekanan darah yang tidak stabil bisa dikendalikan sehingga tak memengaruhi kesehatan mata,” jelas Chin.

Dengan penemuan obat Robo4 itu, para ilmuwan pun semakin percaya bahwa berbagai gangguan mata akibat berbagai faktor lain bisa disembuhkan. Pasalnya, saat ini juga ditemukan gangguan penglihatan akibat infeksi serius karena terjangkit SARS.

Infeksi SARS biasanya ikut memengaruhi tekanan darah ke mata sehingga penglihatan akan terganggu. Untuk itu, para peneliti kanker sedang berusaha meneliti lanjutan dengan menggunakan Robo4 sehingga ditemukan formula obat yang manjur.

Salah satu ilmuwan yang mengembangkan obat itu adalah Profesor Roy Bicknell dari Universitas Birmingham. Dia merupakan salah satu peneliti yang menggunakan cara sama seperti penemuan Robo4 pada 1990, yang saat itu dia beri nama gen “Magic Roundabout”.

“Saya sangat tertarik meneruskan penelitian ini. Jika berhasil ditemukan obat yang tepat, akan memberikan kontribusi besar bagi banyak orang. Saya semakin tertantang melanjutkan penelitian sebelumnya karena penelitian terbaru Olson membuka ditemukannya obat yang tepat,” pungkas Bicknell.

(tty)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: