Pneumokokus Tak Hanya Serang Paru

VAKSIN untuk mencegah IPD (invasive pneumococcal disease) memang masih tergolong anjuran alias belum wajib diberikan. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian vaksin tersebut untuk bayi dan balita.

Menurut dr Prastiya Indra Gunawan SpA, bayi yang berusia kurang dari dua tahun berisiko tinggi menderita IPD. Hal itu berdasar sebuah penelitian. Sebagian besar bayi dan anak usia kurang dari dua tahun pernah menjadi pembawa (carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Bayi berusia 7-11 bulan sebaiknya mendapatkan tiga dosis vaksin. Anak berumur 12-23 bulan mendapatkan dua dosis. ”Kalau sudah berumur 2 tahun ke atas, pemberian vaksinasi hanya satu dosis,” ucapnya.

IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptoccoccus pneumoniae). Jika bakteri tersebut masuk ke aliran darah, pasien akan menderita pneumokokus bakteremia. Bila otak yang diserang, pasien akan menderita meningitis. Bakteri pneumokokus yang menyerang paru-paru disebut pneumonia. Kalau organ telinga yang terinfeksi, pasien dikatakan menderita otitis media akut.

Spesialis anak dari RS Mitra Keluarga Waru itu mengatakan, bakteri tersebut menyebar di udara (airborne disease). Yakni, melalui cairan/lendir hidung dan tenggorok saat seseorang bersin dan batuk. Saat bersin atau batuk, jutaan partikel ludah yang sangat kecil terlontar dengan kecepatan 100 meter per detik .Partikel tersebut umumnya berdiameter sekitar 10-100 mikrometer. Partikel tersebut segera berubah menjadi partikel yang lebih kecil lagi (droplet nuclei) berukuran 1-4 mikrometer. Kandungannya virus maupun bakteri. Itulah sarana penularan yang sangat cepat.

”Selain usia, ada faktor risiko IPD lain,” ujarnya. Di antaranya, anak yang dititipkan di TPA (tempat penitipan anak), terpapar polusi dan lingkungan berasap rokok, bayi prematur, serta bayi yang tak mendapatkan ASI. Anak yang tinggal di lingkungan hunian padat, termasuk sekolah dan mal, juga bisa menjadi sarana penularan IPD. Juga yang menderita penyakit kronik, seperti asma, HIV positif, gangguan jantung, penyakit paru, dan alergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: