Mengapa Perlu Kurangi Asupan Garam?

Makanan tanpa garam, rasanya memang hambar. Namun, ada alasan lain yang lebih penting agar Anda mulai mengurangi konsumsi garam. Salah satunya, kurangi asupan garam bisa mencegah penyakit jantung.

Dari hasil sebuah penelitian, membatasi porsi garam atau natrium klorida dalam makanan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Pakar kesehatan, Dieter Klaus dan rekan peneliti lainnya mengatakan, orang-orang yang mengasup natrium klorida pada makanan lebih dari 6 gram per hari bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi, seperti dikutip dari laman timesofindia.

Hal ini sangat penting mengingat kenyataan, di beberapa negara maju, satu dari dua pasien yang meninggal dunia akibat gangguan atau serangan jantung, rata-rata asupan garamnya sekitar 8-12 gram sehari.

Membatasi konsumsi garam ternyata tidak hanya membantu mencegah penyakit jantung, tapi mengatasi penyakit akibat gaya hidup tak sehat lainnya, seperti obesitas dan diabetes.

Karena itu, sebagai langkah pencegahan, mulailah menjalani diet mengurangi asupan garam. Cara mudahnya, adalah menghindari makanan olahan. Sebab, kebanyakan makanan olahan mengandung kadar natrium yang cukup tinggi.

Agar Anda bisa mengetahui seberapa banyak asupan garam yang Anda konsumsi sebaiknya memasak makanan sendiri. Selain bisa mengatur variasi makanan, Anda juga bisa mengatur porsi garam dengan cermat. Idealnya, porsi garam yang dikonsumsi kurang dari 6 gram sehari.

undefined
Garam di Makanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: