Telepon genggam (bukan) penyebab kanker

Pertanyaan semacam itu sering terdengar setelah beberapa studi di Swedia misalnya yang menghasilkan temuan bahwa tumor di kepala lebih sering muncul pada sisi kepala tempat telepon genggam biasa ditempelkan.

Namun pengguna telepon genggam kini boleh tenang. Para ilmuwan yang meneliti kesehatan 420.000 orang Denmark pengguna telepon genggam ternyata tidak menemukan adanya peningkatan resiko terkena kanker (kalo bahasanya Pak Zulaela Relative Risk atau Odds Ratio, gak tahu aku yang mana yang bener….). Penelitian yang dipublikasikan di Journal of National Cancer Institute itu menyimpulkan bahwa resiko terkena gangguan otak, leukemia, tumor kelenjar gondok, atau kanker tidak lebih besar dibandingkan orang yang tidak menggunakan bertelepon genggam.

Riset ini menguatkan dua riset lainnya terhadap 2.400 orang Amerika Serikat (yaitu Negerinya Pakde Google…pen) yang memakai telepon genggam selama lima tahun dan tidak ditemukan resiko apapun. Namun riset-riset ini belumlah tuntas mengingat hanya melibatkan pengguna telepon genggam di bawah 10 tahun, waktu yang dibutuhkan untuk tumbuhnya tumor . Mungkin karena itu FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS menyarankan para pengguna telepon agar menggunakan earphone (Alat pendengar) dan menjauhkan antena ponsel dari kepala. Dengan begitu kenikmatan tak terganggu, kesehatanpun lebih terjamin n bagi yang curhat bisa tambah asyyyyiiik…. (diambil dari buku “162 Tips kesehatan”).

Saat ini di seluruh negara  terdapat 570 juta pemakai handphone dan dalam jangka waktu 5 tahun lagi  diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat hingga mencapai 2,4 miliar.

Keberadaan HandPhone saat ini sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, termasuk di Indonesia. Dengan handphone banyak manfaat yang kita dapat yaitu komunikasi yang lancar tanpa ruang dan waktu.

Tapi sadarkah anda, ternyata handphone dapat menganggu kesehatan kita,  Sebuah studi yang dilakukan di Swedia mengungkapkan bahwa Handphone bisa meningkatkan  400% resiko kanker bagi penggunanya. International EMF (Electromagnetic Field) Collaborative melaporkan hasil penelitiannya yang dilakukan di 13 negara di wilayah Eropa Barat bahwa radiasi Handphone membawa dampak yang berpengaruh terhadap kesehatan khususnya kesehatan pada anak.

Para peneliti di National Radiologi Protection Board, Inggris, Prof Henry mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon genggam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. karena otak yang masih berembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.

Ketika Anda mengirim atau menerima sms dan menelepon atau ditelepon, handphone memancarkan gelombang electromagnet agar dapat berkomunikasi dengan pemancar operator terdekat. Dalam jumlah yang berlebihan, radiasi ini berbahaya.
FCC (salah satu lembaga pemerintah AS) menetapkan batas maksimal besarnya radiasi yang diperbolehkan untuk handphone atau telepon genggam. Besarnya radiasi handphone ini dinyatakan dalam SAR (Specific Absorption Rate). SAR adalah nilai maksimum radiasi yang diserap oleh tubuh per satuan berat. FCC menentukan besarnya SAR untuk handphone adalah maksimal sebesar 1,6 W/kg.

Negara-negara di Eropa (European Union) menetapkan besarnya SAR maksimal adalah sebesar 2 W/kg. Handphone/ponsel yang berada di atas batas ini tidak boleh diperdagangkan di negara tersebut.

Dan ternyata”70-80 % energi radiasi yang dipancarkan dari antenna telepon itu diserap oleh kepala.  Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang dipancarkan oleh telepon genggam..

Dilihat dari hal tersebut maka FCC (Lembaga pemerintahan di Amerika Serikat) menetapkan bahwa semua handphone yang memancarkan radiasi diatas 1,6 watt/kg dilarang untuk diproduksi , bahkan Amerika Handphone seperti ini sudah dilarang masuk

Dan sejumlah negara sudah siap memblokir penggunaan HandPhone bagi anak-anak, bahkan Prancis sudah mengeluarkan instruksi agar penggunaan HandPhone bagi anak-anak hanya digunakan untuk mengirimkan pesan saja. anak-anak di bawah umur delepan tahun seharusnya menggunakan telepon selular hanya dalam keadaan darurat, dan para remaja perlu membatasi panggilan untuk kurang dari 10 menit

Departemen kesehatan masyarakat Toronto telah menasehatkan para remaja dan anak-anak kecil untuk membatasi penggunaan ponsel mereka, dalam rangka menghindari resiko kesehatan yang cukup potensial. Ini merupakan kebijakan yang pertama di Kanada.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Coba perhatikan demo dibawah ini , jika perlu anda coba dirumah, demo ini  memperlihatkan bahayanya signal handphone Anda!

Demo I
Bahan yang diperlukan:
8 Buah handphone
Sedikit biji popcorn (jagung)
Baiknya dilakukan oleh 4 orang

Cara demo:
Letakkan  handphone pada 4 arah mata angin di atas meja. Utara, Timur, Selatan dan Barat. Beri jarak sehingga ditengah-tengah ke-4 handphone terdapat ruang kosong.
Letakkan  biji popcorn (jagung) ditengan-tengah 4 handphone tersebut
Masing-masing orang dengan sisa 4 handphone menelpon secara bersamaan ke masing-masing handphone yang terletak di atas meja.
Orang-1 dengan handphone-1 menelpon ke handphone yang terletak di Utara.
Orang-2 dengan handphone-2 menelpon ke handphone yang terletak di Timur.
Dan seterusnya
Lihat apa yang terjadi pada biji popcorn tersebut. Biji popcorn langsung masak,

Bisa dibayangkan kita sebagai biji popcorn, sedangkan 4 handphone di atas meja adalah menara-menara BTS yang tersebar di antara kita, yang menerima dan menyambungkan panggilan signal handphone?

Demo kedua
Bahan yang diperlukan
1 butir telur
2 handphone dan 2 orang

Cara demo
1 butir telur letakkan di tengah-tengah kedua Handphone yang sedang dipergunakan, lakukan komunikasi dengan handphone tersebut selama  65 menit
dan perhatikan, 15 menit tidak terjadi apa-apa pada telur itu, Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit ternyata Telur tersebut telah matang dan siap dimakan.
bagaimana jika terjadi dengan otak kita ?  Otak dan telur sama-sama mengandung jumlah air dan protein.

Kebiasaan buruk pemakaian handphone yang dapat mengganggu kesehatan

1. Menggantungkan Handphone di leher atau pinggang :
bagi mereka yang yang menggantungkan handphone dileher akan mengganggu kerja jantung sedangkan yang menyimpan handphone di pinggang atau sisi perut akan menyebabkan kerusakan pada gingal dan  mempengaruhi fungsi kesuburan.

Pernah terjadi seorang wanita berturut-turut mengalami keguguran ketika usia janin berusia 2-3 bulan. Pasangan suami istri ini mengecek kehamilan berikutnya dan mendapati bahwa janin mengalami kerusakan sel berkesinambungan sampai janin mati.
Dokter mengatakan bahwa rahim wanita ini telah terinfeksi oleh radiasi Handphone sehingga membuat janin didalamnya tidak bisa bertahan lama untuk hidup dan berkembang.
Rahimnya telah mati jadi tidak mungkin bagi dia untuk memiliki janin yang hiduppula. Selidik punya selidik, wanita ini ternyata memiliki kebiasaan menyimpan Handphone di jaket kerja dia yang posisinya tepat dekat rahim selama beberapa tahun.

2.Meletakkan handphone dekat dengan anda ketika tidur
Jangan meletakkan Handphone dekat dengan Anda ketika tidur. Dan barang-barang elektronik lainnya  seperti radio, tv, laptop, dari tempat Anda tidur karena radiasi dari barang-barang elektronik tersebut dapat mengganggu proses reproduksi hormon oleh tubuh pada saat tidur.

3. Jauhkan Handphone dari anak-anak

jangan dekatkan handphone pada anak karena otak mereka yang masih muda sangat sensitive terhadap radiasi Handphone. Terlebih lagi bayi, jauh lebih sensitive lagi bahkan beberapa tidak bisa menahannya. Dan Handphone dapat merusak Otak pada anak – anak apalagi anak dibawah 7 tahun resiko nya lebih tinggi

4. Beresiko Melahirkan Anak Hiperaktif

Wanita yang menggunakan Handphone ketika hamil memiliki kecenderungan bakal melahirkan anak-anak dengan masalah tingkah laku,
hasil penelitian pada lebih dari 13.000 anak-anak Wanita hamil yang memakai Handphone, meskipun hanya 2 atau 3 kali dalam sehari menggunakan handphone, cukup untuk menimbulkan resiko bayi  mereka terkena penyakit hiperaktif dan bisa mengalami kesulitan dalam pemahaman atau proses belajar, emosi dan sosialisasi anak pada saat sekolah dan linkungan .

5. Menempelkan handphone di telinga ketika menelepon
ketika menelepon dan belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat, maka sebaiknya jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik kemudian baru dihubungi kembali

6. Sinyal handphone semakin lemah, jika menempel di telinga

Berdasarkan prinsip kerja handphone, dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan meningkatkan daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka radiasi yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda. Hal ini bisa menyebabkan kanker telinga dan kanker otak

7. Percakapan handphone terlampau lama

tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian bisa mempertimbangkan memakai telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa harus berhubungan dalam jangka waktu yang lama juga harus mendengar secara bergantian di kiri kanan telinga setiap 1-2 menit. Dan  Terlalu lama menggunakan handphone beresiko menyebabkan kanker Telinga

8. Sembunyi di sudut tembok dan bisik-bisik ketika menerima telepon
dengan menerima telpon disusut tembok atau dengan bersembunyi di sudut bangunan, dalam kondisi umum, penutupan sinyal di sudut bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan daya radiasi handphone dalam sudut tertentu bertambah besar.

9. Mondar mandir, selalu bergerak ketika menerima telpon
sejumlah orang tanpa sadar suka berjalan pelahan ketika menelepon, selalu bergerak ke sana ke mari, namun, tidak sadar kalau menggerakkan posisi dapat menyebabkan ketidakstabilan sinyal yang diterima, dengan demikian menyebabkan terjadinya luncuran daya tinggi dalam waktu singkat yang tidak diperlukan

tipe orang yang sebaiknya kurangi memakai handphone: penderita epilepsi, jantung, lemah saraf parah, katarak, diabetes, wanita hamil serta bagi yang sedang menyusui, anak-anak dan remaja serta orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun.

Tips yang perlu Anda perhatikan untuk mengurangi atau terhindar dari radiasi

  • Jangan memakai Handphone ketika hamil dan jangan ijinkan anak anda memakainya.
  • Batasi lama penggunaan Handphone Anda atau penggunaan telepon tanpa kabel lainnya.
  • Gunakan headset dengan kabel untuk mengurangi efek radiasi Handphone ke kepala Anda. Hindarilah pemakaian Bluetooth.
  • Kurangi diri Anda dari terkena pancaran langsung dari area transmisi Wifi (Hotspot Area). Dan kurangi berinternet dengan Wifi.
  • Jika Anda memiliki telepon kabel, jangan pakai yang melebih 900 MHz, karena kabel Gigaherts akan terus memancarkan gelombang radio 24/7
  • Gunakan speakerphone untuk membantu agar efek radiasi tidak langsung dan menjauhkan antara otak dengan Handphone
  • Batasi penggunaan HO didalam gedung karena Handphone akan memancarkan lebih banyak gelombang didalam gedung dibandingkan diluar gedung.
  • Gunakan Handphone pada saat sinyal penuh. Karena ketika transmisi jelek atau signal jelek, Handphone Anda akan bekerja lebih keras untuk menangkap signal dengan jelas.
  • Jangan meletakan handphone dekat dengan barang – barang elektronik lainnya, karena radiasi berefek ke bagian terdekat dari radiasi yang dipancarkan.
  • Coba perhatikan antenna handphone anda

Radiasi antenna mengarah ke otak
Pada handphone jenis ini posisi antenna persis disamping otak, sehingga resiko kanker otak paling besar.
Radiasi antenna mengarah ke rahang
Karena bentuknya lipatan, maka pada hadphone jenis ini posisi antenna berada disamping rahang. Dengan posisi antenna jauh dari otak, maka resiko kanker otak pada handphone semacam ini paling kecil.

Radiasi antenna mengarah ke telinga
Pada handphone tersebut posisi antenna disamping telinga, sehingga resiko kanker otak tidak terlalu besar. Namun efek sampingnya yaitu menyebabkan telinga cepat panas.

Selain Sinyal Handphone dapat mengganggu Kesehatan kita, sinyal Handphone pun dapat Mengakibatkan kecelakaan

Masih ingatkah kecelakaan Garuda GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007 pukul 07.00 jurusan Jakarta – Yogyakarta di Bandara AdiSucipto , Mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat.
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat Handphone penumpang. Dimana frekwensi HP dengan mesin turbin  sama dan sinergi , hal ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Contoh kasus akibat sinyal Handphone antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru  dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.
Untuk diketahui, handphone tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta

Sumber ASRS, Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat  yang diakibatkan oleh handphone

Arah terbang melenceng,
Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu,
Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
Gangguan sistem navigasi,
Gangguan frekuensi komunikasi,
Gangguan indikator bahan bakar,
Gangguan sistem kemudi otomatis,
Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy .

Contoh kecelakaan yang diakibatkan Handphone
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow , London . Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: